E-Gov.. dulu, sekarang, dan kedepan



Pemerintahan elektronik atau e-government (berasal dari kata Bahasa Inggris electronics government, juga disebut e-gov, digital government, online government atau dalam konteks tertentu transformational government) adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urus an bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan [wikipedia]


Peran e-gov dalam pemerintahan, dalam hal ini kita ambil contoh adalah sektor pendidikan. Pemerintah melalui Departemen Pendidikannya sudah cukup sukses dalam menerepakan e-gov.
Sebagai contoh perbandingan adalah pada sistem informasi pendaftaran sekolah, dimana pada masa lalu seorang calon siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, diharuskan untuk mecari informasi secara manual, mendatangi beberapa sekolah yang diminati untuk mengumpulkan informasi. Banyak hal yang tentunya memberatkan mereka dalam hal ini, sebut saja letak sekolah yang jauh dan membutuhkan waktu atau uang lebih untuk mengakses, informasi yang dibutuhkan belum diupdate pada saat dibutuhkan, dan lainya.
Namun sekarang terlihat sekali banyak perubahan, calon siswa dapat mencari informasi tentang sekolah yang dia ingin masuki melalui internet [baru untuk beberapa sekolah saja], dengan ini mereka tidak perlu mendatangi sekolah hanya untuk mencari informasi. Semuanya sudah tersaji dan dipaparkan pada media informasi yang ada diinternet tersebut.
Misalnya persyaratan minimal yang harus dipenuhi, profil sekolah, kalender akademik, perkiraan biaya, dll sebagainya.
Contoh lain dari pemanfaatan ini adalah pada pengumuman hasil ujian seleksi masuk perguruan tinggi, tanpa harus membeli media cetak [baca, koran], sekarang para calon mahasiswa sudah dapat mengetahui hasil seleksi mereka.
Sangat meudahkan bukan, masyarakat jadi semakin dimudahkan dan dimanjakan dengan pelayanan yang ada.
Di kampus-kampus pun mahasiswa tidak perlu lagi berdesak-desakkan di bagian akademik untuk pendaftaran ulang, memperpanjang masa studi dan lain sebagainya. Mereka tinggal memanfaatkan fasilitas yang ada, dengan koneksi internet dimana saja.
Kedepan diharapkan system ini menjadi lebih baik lagi, hadir dengan fitur yang semakin memudahkan pengguna/pemanfaatnya, dan dengan tingkat efisiensi dan keamanan yang tinggi.
Tidak hanya pada dunia pendidikan, hal ini diharapkan juga berkembang pada instansi lain, sebut saja Perpajakan, Haji di Departemen Agama, Kependudukan, dan lain sebagainya.

Melihat perkembangan situasi yang ada, tidak mustahil hal itu dapat dicapai dalam waktu yang singkat ini. Dan kita diharapkan juga dapat berperan dalam perwujudannya.

Demi indonesia yang lebih baik !!!


image source : banjar-jabar.go.id

Ayo... sadar data....



Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya [wikipedia].


Apa sih pentingnya data?
Pertanyaan sederhana yang bisa jadi sangat berat jawabanya... ah tapi apapun itu mari kita coba untuk membahasnya.
Bagi kebanyakan dari kita, keberadaan dan kegunaan dari data sering kali luput dari perhatian. Hal ini dikarenakan kita tidak menganggap dan merasakan keberadaanya sebagati sesuatu yang dibutuhjkan dan urgent untuk dipenuhi. Tanpa mengetahui data sama sekali kita masih dapat hidup, masih dapat beraktivitas dengan baik. Tanpa tahu akan data, kita juga dapat menjalankan hidup dalam berbagai macam kondisi, apakah itu dalam keadaan miskin, sederhana, atau berlebih [baca , kaya].


Manfaat data adalah sebagai satuan representasi yang dapat diingat, direkam, dan dapat diolah menjadi informasi [kuliah-apsi.blogspot]


Data dapat digunakan mengetahui suatu keadaan (memperoleh gambaran tentang sesuatu) atau sebagai indikator untuk mengetahui terjadinya suatu masalah.
Data juga dapat dimafaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam upaya memecahkan masalah yang timbul.
Lainya adalah seperti ketika kita dihadapkan dengan suatu kajian ilmiah yang membutuhkan fakta dari sebuah penelitian/pengamatan, seperti pada saat pembuatan laporan pengujian laboratorium, laporan untuk paper ilmiah, ataupun skripsi.
Dengan adanya data kita bisa membuat suatu estimasi terhadap sesuatu kejadian, memperkirakan langkah-langkah yang mungkin akan diambil, dan masih banyak lagi.

Sudah melek?


Ya ternyata data sangat banyak manfaatnya, dan khusus bagi kita orang-orang yang terlibat dengan dunia pendidikan, informasi, dan teknologi, kesadaran dan tingkat pemahaman terhadap data perlu ditingkatkan.
Setelah mengetahui manfaatnya, diharapkan kesadaran kita akan meningkat, kita akan lebih memperhatikan dan mau mempelajarinya. Menjadi lebih tertarik dan paham terhadap data.

image source : joedeacon.com

Dari mana memulai untuk perbaikan e-gov di indonesia ?






Indonesia dirasa perlu menerapkan system e-government dengan baik demi kemajaun negara ini.
Namun dari mana harus memulai penerapan dan perbaikan e-gov tersebut?
Saya berpendapat bahwa yang pertama harus melakukan perbaikan adalah departemen/kementrian/instanasi pemerintahan yang benar-baner terkait langsung dengan masalah ini, yaitu Komunikasi dan Informasi, serta Riset dan Teknologi.
Hal ini didasarkan karena mereka-mereka inilah yang seharusnya sangat akrab dengan teknologi ini.
Mereka diharapkan dapat membuat system yang baik, berguna, dan dapat diterapkan oleh semua pihak. Diharapkan perbaikan diawali dari akar rumput, diamana jika pada bagian fundamental dari lembaga-lembaga ini sudah mampu beradaptasi dan menerapkan perbaikan system e-goevernment ini maka keatasnya dan secara keseluruhan dari lembaga juga akan dapat menerepakan dengan baik.
Dan nantinya dari sinilah semua bermula. Instansi/lembaga-lembaga tersbut diatas dapat menjadi pilot project yang menjadi contoh bagi instansi/lembaga lain yang ada dinegara ini. Mereka diharapkan dapat menularkan, memberi contoh, dan membantu dalam penerapan dan perbaikan system dilembaga lain.
Namun perlu diperhatikan dan dicermati bahawa hal ini tidak berarti interfensi antar lembaga. Mereka yang menjadi contoh nantinya akan berperan seperti layaknya penyuluh dan pengontrol jalannya proses ini.


image source : preserve.histioricithaca.org

Bank Data & Kesadaran Terhadap Data





Bank Data, bagi sebagian masyarakat awam keberadaan data mungkin tidak begitu menjadi perhatian. Namun tidak mestinya dengan kita para IT-society. Kita seharusnya sadar dengan keberadaannya dan mampu memanfaatkannya dengan maksimal.
Data dalam ruang lingkup IT dapat kita kaikan dengan beberapa hal antara lain :
1.Wujudnya:
Wujud data yang ada di negara kita ini berupa dokumen/arsip yang disimpan di Arsip Nasional, dan di masing-masing Departemen dan Instansi Pemerintahan.
2.Pengelolaan
Data dikelola oleh lembaga-lembaga yang ditunjuk khusus oleh pemerintah dan diberi wewenang untuk menangani, mengelola, data tersebut. Lembaga lembaga tersebut seperti Arsip Nasional, BPS, Departemen-departemen, dan instansi lainya
3.Kegunaannya
Untuk merancang statistik, perkiraan peluang, dan estimasi antisipasi terhadap sesuatu serta membuat perencanaan dan pengendaliannya
Berkaitan dengan data, mungkin sebagian dari kita baru akan aware ketika sudah dekat waktunya dengan Pemilu, Pilkada, Sensus, pembuatan laporan, skripsi dan lain sebagainya. Data dan Bank Data sangat penting keberadaanya. Pengelolaannya pun harus diperhatikan agar data yang ada aman, valid, dan selalu update [untuk kasus tertentu].
image source : dailymail.co.uk

Rencana dan Strategi untuk jadi Sarjana Komputer yang tidak Kebingungan



Wah judulnya terkesan begitu berat... Namun semoga isinya ringan-ringan saja, dan tidak membuat anda malas untuk membacanya.

Kuliah di jurusan IT, ikutin perkuliahan, ngerjain tugas, penuhi absensi, ikut ujian, buat tugas akhir, lewati sidang, dan akhirnya lulus dan dapat gelar S.Kom... Habis itu mau jadi apa?
Pertanyaan yang cukup sulit, dan dapat melahirkan berbagai macam jawaban dan persepsi.
Anda boleh tidak sependapat dengan saya, namun yang saya amati adalah bahwa kebanyakan sarjana (tidak hanya IT) tidak memiliki rencana yang jelas setelah mereka lulus... dan dalam kata lain kebingungan. Berbagai dalih dijadikan pembenaran, dan melahirkan berbagai macam keadaan.
Dan tanpa maksud merendahkan profesi, sebagian dari mereka ada yang cuman berakhir sebagai operator warnet yang seharianya bekerja lebih dari 12 jam, sebagai sekretaris, karyawan toko komputer dan lain sebagainya .. huffft, tapi setidaknya cukup nyambung dengan beckground mereka yang pada kuliah didik untuk akrab dengan komputer.
Lainya memilih, atau terpaksa memilih berbagai macam profesi lain yang sama sekali tidak ada kaitanya sama sekali dengan apa yang mereka pelajari dan diharapkan jadi orientasi mereka ketika terjun ke dunia profesi.
Ketika pertama kali masuhk atau memilih sebuah jurusan, pertanyaan sederhananya adalah ... apa cita-cita anda, dan motivasi anda memilih jurusan ini? Mungkin sebagian dari kita tidak secara detail membuat dan memikirkan sebuah perencanaan dan strategy untuk mencapainya dimasa yang akan datang.
Lalu idealnya seperti apa.
Ya idealnya adalah hidup dengan penuh rencana. Kita harus membuat sebuah perencanaan dengan memikirkan berbagai macam aspek, seperti waktu, kesanggupan untuk pencapaian, ukuran realistisnya, prioritas, dan cara untuk mencapainya.
Pada saat memilih dan akhirnya memutuskan untuk kuliah dijurusan IT, maka kita seharusnya sudah punya gambaran dan referensi tentang bagaimana jalanya perkuliahan, serta mendapat tips dan trik untuk sukses dalam perkuliahan. Seiring berjalanya waktu kita juga harus memilki tujuan, yang nantinya diberi skala prioritas. Misalnya tujuan utama saya adalah menjadi seorang web master, hal ini didasarkan pada pertimbangan minat, bakat, dan kemampuan saya, tujuan berikutnya pun harus di set, misalnya saya akan menjadi ahli jaringan, ataupun ahli basis data.
Setelah tujuan diset, maka dalam menajalankan proses kita akan lebih mudah, sudah ada pathway nya, kita tidak perlu ngelantur kesana kemari, dan kalaupun itu terjadi kita tahu harus kembali dan mengikuti jalan yang mana.
Untuk memuluskan jalan agar semua goal/tujuan itu tercapai maka kita harus berusaha ekstra, saya yakin apa yang kita dapat diperkuliahan saja tidak cukup. Lantas apa solusinya?
Tidak lain adalah dengan mendekati dosen, senior, dan teman-teman yang ahli dibidang tersebut dan dirasa dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan kita. Jalan berikutnya adalah dengan aktif menambah source, gabung dengan komuniras/forum, ikut seminar, workshop, dan mungkin kursus tambahan atau program sertifikasi keahlian [why not?]
Fokus pada tujuan, serius, telaten dan sabar menikmati proses [itu idealnya juga].

image source : mustrundie.wordpress

Indonesia dan Pornografi

JAKARTA--MI: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan, Indonesia menjadi negara dengan pengakses situs porno terbesar di dunia. "Indonesia sampai saat ini paling besar mengakses situs porno," kata Tifatul di Jakarta, Rabu (4/11). Ia mengatakan, pihaknya prihatin bila selama ini internet hanya dipergunakan untuk mengakses situs yang tidak bermanfaat. Kenyataan itu menjadi fakta pahit yang harus dihadapinya yang mendorong Tifatul menyosialisasikan cara memanfaatkan informasi yang benar dan baik. "Kita akan kembangkan program INSAN yakni internet sehat dan aman," katanya. Menurutnya, internet adalah giant library atau perpustakaan raksasa yang menyediakan segala macam bentuk informasi. Hal itu membutuhkan kesadaran untuk membentuk Indonesia informatif yang bermanfaat. Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk teknologi dan informasi termasuk internet untuk keperluan yang lebih produktif. Menteri juga menyatakan tekad untuk membentuk visi Indonesia informatif yang berarti masyarakat yang aware terhadap informasi. "Ini artinya masyarakat yang rasional, underbase of information knowledge yang tidak berdasar pada provokasi dan isu-isu," katanya. Pihaknya juga mengaku sangat memahami perkembangan kebutuhan masyarakat yang informatif, murah, dan terjangkau. "Kita masih memiliki indikator yang rendah mulai dari penetrasi komputer yang masih 8 persen, internet 12,2 persen, pengembangan software 80 ribu, dan pengembangan hardware 5.800. Kami harap angka ini bisa dilipatgandakan melalui pameran ini," katanya.

sumber : Media Indonesia
gambar : efrizal.wordpress.com

Layanan Internet Terbaru dari Vodafone

LONDON--MI: Vodafone meluncurkan sebuah layanan internet yang baru, Kamis (24/9). Layanan tersebut menawarkan akses ke dalam jaringan sosial dan aplikasi terpadu dan bersaing dengan smartphone seperti iPhone. Perusahaan telekomunikasi asal Britania Raya terbesar di dunia itu mengatakan layanan Vodafone 360 ini akan digunakan membuka sistem operasi Limo yang dapat membantu penggunanya menyimpan kontak dari telepon dan jaringan sosial lainnya hanya dalam satu tempat. Pengguna Vodafone juga akan dapat mengunduh layanan dan memilih data yang sesuai rencana. Sebagai bagian dari peluncuran, operator juga menawarkan handset yang dibuat Samsung Electronics dengan menggunakan teknologi layar sentuh. Layanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan permintaan pelanggan untuk mengakses mobile internet, surfing di web, share photo, update status jaringan sosial dan membaca email. Layanan juga dapat memungkinkan Vodafone untuk bersaing dengan kompetitornya seperti Apple dan iPhone, Google dan sistem operasi Android dan Blackberry guna mempertahankan hubungan secara langsung dengan pelanggan. "Pelanggan dapat terus berkomunikasi dan berbagi pengalaman melalui jaringan sosial, instant messaging, email, aplikasi, peta, musik dan membeli konten digital pada tagihan mobile mereka, dengan buku alamat pribadi,"kata Pieter Knook, Direktur Internet Services di Vodafone Group.

sumber : Media Indonesia